KLIK ILMU: hewan dan tumbuhan
Headlines News :
Lazada Indonesia

alam dan lingkungan

Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label hewan dan tumbuhan. Show all posts
Showing posts with label hewan dan tumbuhan. Show all posts

Air Kelapa Pemacu Pertumbuhan dan Pembungaan Anggrek

Written By Unknown on Tuesday, December 16, 2014 | 1:42 AM

Air kelapa ternyata memiliki manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya untuk kita manfaatkan sebagai penyubur tanaman. Selama ini air kelapa banyak digunakan di Lab sebagai nutrisi tambahan di dalam media kultur jaringan.

Air Kelapa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan potasium (kalium) hingga 17 %. Selain kaya mineral, air kelapa juga mengandung gula antara 1,7 sampai 2,6 % dan protein 0,07 hingga 0,55 %. Mineral lainnya antara lain natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ferum (Fe), cuprum (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S). Disamping kaya mineral, air kelapa juga mengandung berbagai macam vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenal, asam folat, niacin, riboflavin, dan thiamin. Terdapat pula 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin sebagai pendukung pembelahan sel embrio kelapa.
Penelitian di National Institute of Molecular Biology and Biotechnology (BIOTECH) di UP  Los Baños, Filipina mengungkapkan bahwa dari air kelapa dapat diekstrak hormon yang kemudian dibuat suatu produk suplemen disebut cocogro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hormon dari air kelapa ini mampu meningkatkan hasil kedelai hingga 64%, kacang tanah hingga 15% dan sayuran hingga 20-30%. Dengan kandungan unsur kalium yang cukup tinggi, air kelapa dapat merangsang pembungaan pada anggrek seperti dendrobium dan phalaenopsis.
Mulai sekarang, cobalah untuk menyisihkan sedikit air kelapa yang kita minum untuk kita persembahkan kepada sahabat kita, anggrek tercinta. Slamat mencoba dan jangan lupa untuk melaporkan hasilnya sebagai evaluasi kepada teman-teman semua.
sumber: anggrek.org

Jenis-jenis Penggolongan Hewan (Binatang)

Written By Unknown on Friday, December 12, 2014 | 5:25 PM

Jenis-jenis Penggolongan Hewan (Binatang) - Hewan atau Binatang yang hidup di Dunia ini pada umumnya diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu Vertebrata dan Invertebrata yaitu pengklasifikasian Hewan berdasarkan Tulang belakangnya. Anda dapat membaca artikel : Klasifikasi Hewan berdasarkan Vertebrata dan Invertebrata. Selain Klasifiasi Hewan tersebut, terdapat juga berbagai jenis penggolongan hewan seperti berdasarkan jenis makanannya, jenis tempat hidupnya, penutup tubuhnya, cara geraknya, cara bernafasnya serta berdasarkan cara  Hewan berkembang biak.

Penggolongan Hewan / Binatang

Berikut ini adalah beberapa jenis penggolongan hewan dan contoh jenis hewan yang tergolong didalamnya.

Penggolongan Hewan Berdasarkan Tempat hidupnya

Penggolongan Hewan berdasarkan Tempat hidup pada umumnya digolongkan menjadi 3 yakni :
  1. Hewan yang hidup di Darat; contohnya Harimau, Anjing, Kucing, Sapi, Kuda, Kambing, Ular, dan lain sebagainya.
  2. Hewan yang hidup di Air; Hewan air terdiri dari Hewan yang hidup di air laut yaitu Ikan Kakap, Ikan Sardin, Ikan Tongkol, Ikan Tenggiri, Ikan Tuna dan lain sebagainya. Sedangkan Hewan yang hidup di air tawar antara lain Ikan Gurame, Ikan Nila, Ikan Mujair dan lain sebagainya.
  3. Hewan yang hidup di Darat dan Air, Hewan jenis ini biasanya disebut dengan Hewan Amfibi (Amphibia) yaitu Hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam. Contoh Hewan Amfibi diantaranya adalah Katak, Kadal dan Sesilia.

Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanannya

Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanan digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :
  1. Herbivora (Hewan Pemakan Tumbuhan); contoh Hewan Herbivora antara lain Sapi, Kambing, Kuda, Kelinci dan lain sebagainya.
  2. Karnivora (Hewan Pemakan Daging); contoh Hewan Karnivora diantaranya adalah Kucing, Singa, Harimau, Anjing, Serigala dan masih banyak lagi.
  3. Omnivora (Hewan Pemakan Daging dan Tumbuhan); contoh Hewan Omnivora diantaranya Tikus dan Ayam.

Penggolongan Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Hewan yang digolongkan berdasarkan penutup tubuhnya terdiri dari 3 jenis, yaitu :
  1. Hewan Bersisik; Contoh Hewan yang penutup tubuhnya adalah sisik diantaranya adalah Ular dan Ikan
  2. Hewan Berbulu; Contoh Hewan yang tubuhnya ditutupi oleh Bulu antara lain Ayam, Burung, Itik dan angsa.
  3. Hewan Berambut; Contoh Hewan yang berambut diantaranya adalah Kucing, Anjing, Monyet, Beruang, Singa dan masih banyak lagi.

Penggolongan Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya

Hewan yang digolongkan berdasarkan Cara bergeraknya terdiri dari 4 jenis, diantaranya adalah :
  1. Hewan yang bergerak dengan Kaki; Contoh Hewan yang bergerak dengan Kaki diantaranya adalah Kucing, Kuda, Anjing, Singa, Jerapah, Gajah, Harimau, Tikus, Serigala dan lain sebagainya.
  2. Hewan yang bergerak dengan Sayap; Contoh Hewan yang tergolong dalam jenis ini adalah burung, kupu-kupu, dan serangga bersayap lainnya.
  3. Hewan yang bergerak dengan perut; Hewan jenis ini sering disebut dengan Hewan Melata atau Hewan Reptil, contohnya ular, buaya, komodo dan kadal.
  4. Hewan yang bergerak dengan sirip; Contohnya Ikan.

Penggolongan Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya

Penggolongan Hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya terdiri dari 3, yaitu :
  1. Ovipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Contohnya Ayam, Itik, Penyu dan Ikan.
  2. Vivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak. Contohnya Kerbau, Kuda, Kambing, Gajah, Kucing, Kelinci, Tikus dan masih banyak lagi.
  3. Ovovivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak dan bertelur. Contohnya Ular.

Penggolongan Hewan berdasarkan cara bernafasnya

Penggolongan Hewan berdasarkan cara bernafasnya diantaranya adalah :
  1. Hewan yang bernafas dengan Insang. Contohnya Ikan.
  2. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru. Contohnya Anjing, Paus, Kucing, Harimau, Singa dan lain sebagainya.
  3. Hewan yang bernafas dengan Kulit. Contohnya Cacing Tanah.
  4. Hewan yang bernafas dengan Trakea. Contohnya Kupu-kupu, lebah, semut dan lain-lain.
  5. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru dan Kulit. Contohnya Katak.

mengapa lebah mati setelah menyengat manusia ?



teguhsgw-Mengapa Lebah Mati setelah menyengat Manusia? Lebah adalah serangga terbang yang memiliki 3 pasang kaki dan 2 pasang sayap. Pada umumnya Lebah membangun sarangnya di pohon kayu maupun atap rumah dengan bentuk yang terdiri dari kumpulan struktur Hexagonal (Segi Enam). Lebah memiliki fungsi sebagai penyerbuk yang membantu tumbuh-tumbuhan dalam penyebaran serbuk sari. Namun Lebah juga merupakan binatang serangga yang dapat menyerang manusia jika mereka merasa diusik oleh manusia. Sengatan Lebah ini dapat menimbulkan iritasi, bengkak, memerah, rasa panas disekitar sengatan dan juga gatal-gatal. Pada kondisi tertentu, sengatan lebah juga dapat mengancam jiwa jika orang tersebut memiliki alergi terhadap sengatan Lebah yang memicu terjadinya reaksi Anafilaktik. Reaksi Anafilaktif adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan penyempitan saluran pernafasan sehingga menyebabkan penderita tidak sadarkan diri atau pingsan.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, untuk melindungi dirinya dari usikan dan gangguan, Lebah akan menyerang manusia dengan cara menyengat. Tetapi beberapa menit setelah menyengat, Lebah yang bersangkutan akan mati. Mengapa hal ini bisa terjadi? rupanya setelah menyengat manusia, Lebah harus segera melarikan diri sehingga jarum Sengat pada ekornya dan kantong kelenjar lebah akan terlepas dari badannya dan tertancap pada bagian tubuh manusia yang terkena sengatan.  Hal ini menyebabkan organ tubuh lebah tersebut rusak bahkan terlepas dari tubuh lebah itu sendiri. Dengan demikian setelah menyengat manusia, Lebah juga akan mati karenanya. Perlu diketahui bahwa Jarum Sengatan Lebah adalah menyatu dengan organ tubuh lainnya pada lebah sehingga jika sengatan tersebut lepas, maka organ tubuh pada Lebah juga akan terikut ataupun rusak karenanya.

Siklus Hidup Lebah

Lebah merupakan serangga yang mengalami Metamorfosis sempurna yang memiliki 4 tahapan pertumbuhan dan perubahan dalam kehidupannya. Keempat tahapan tersebut diantaranya adalah :
  1. Telur
  2. Larva (berbentuk ulat)
  3. Pupa (berbentuk kepompong)
  4. Imago (Dewasa)

Klasifikasi Hewan (Vertebrata dan Invertebrata)

Klasifikasi Hewan (Vertebrata dan Invertebrata) - Hewan atau disebut juga dengan Binatang adalah salah satu makhluk hidup yang terdapat di muka bumi ini. Dalam kamus bahasa Indonesia, Hewan didefinisikan sebagai makhluk yang bernyawa dan mampu bergerak  atau berpindah tempat serta mampu bereaksi terhadap rangsangan tetapi tidak berakal budi.


Klasifikasi Hewan 

Berdasarkan Klasifikasinya, Hewan atau binatang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, diantaranya adalah Vertebrata yaitu Hewan yang memiliki tulang belakang dan Invertebrata yang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Pada dasarnya, klasifikasi hewan yang menjadi Vertebrata dan Invertebrata ini merupakan klasifikasi berdasarkan struktur tubuh hewan atau binatang.

Hewan Vertebrata

Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
  1. Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.
  2. Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.
  3. Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.
  4. Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.
  5. Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.

Hewan Invertebrata

Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah  Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata. Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :
  1. Filum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).
  2. Filum Porifera atau hewan berpori, yaitu hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas yaitu Kelas Corcorea, kelas Hexactinelida dan Kelas Demospangia.
  3. Filum Cnidaria, yaitu hewan yang memiliki sel penyengat yang dinamai knidosit yang digunakan untuk menangkap mangsa dan membela diri. Cnidaria dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Anthozoa (anemone laut, koral, pena laut), Scyphozoa (Ubur-ubur), Cubozoa (ubur-ubur kotak) dan Hydrozoa. Filum Cnidari kebanyakan terdapat di lingkungan laut. Filum Cnidaria terkadang dikategori sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  4. Filum Ctenophora yaitu hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya.Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filmu Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  5. Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).
  6. Filum Nematoda (Cacing Gilik), yaitu cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.
  7. Filum Annelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak), Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.
  8. Filum Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.
  9. Filum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).

bayam

Written By Unknown on Friday, November 14, 2014 | 10:55 PM


Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting
Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggrissebagai Chinese amaranth. Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain - lihat Bayam (Spinacia).
Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya padapecel, gado-gado), urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).
Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokromproteinyang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.
Beberapa kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur. Jenis tanaman hias lainnya adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor. Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji) sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan.
Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat. Kebanyakan digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif memenuhi kebutuhan hidup.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bayam

Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh

Written By Unknown on Monday, November 10, 2014 | 4:35 PM

Kelas aves adalah hewan yang kita sebagai kelompok burung. Ciri-ciri aves antara lain :
  • Secara umum tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor.
  • Tubuhnya ditutupi oleh bulu. 
  • Lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya digunakan untuk terbang.
  • Alat gerak belakang digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang, dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari.
  • Mulut Aves meluas sebagai paruh dan tidak bergigi.
  • Bentuk paruhnya bervariasi.
 Kelas aves digolongkan menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas Archaeornithes dan Subkelas Neornithes.

1. Subkelas Archaeornithes

Archaeornithes adalah burung purba dan saat ini telah punah. Ciri-ciri Archaeornithes antara lain memiliki gigi pada paruhnya, ekornya masih bertulang, serta sayapnya masih bercakar. Contoh Subkelas Archaeornithes adalah Archaeopteryx sp.
bentuk paruh dan kaki pada burung
Gambar 1. Bentuk paruh dan kaki pada burung
2. Subkelas Neornithes

Neornithes adalah kelompok burung sejati. Ciri-ciri Subkelas Neornithes antara lain :
  • Tulang metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus
  • Jari kaki keduanya merupakan jari terpanjang
  • Memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang
  • Tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina, dan
  • Ekornya berbulu dan berukuran pendek.
Neornithes merupakan kelompok burung modern yang sering kita jumpai pada saat ini. Contoh Subkelas Neornithes antara lain :
  • Burung pelari yang cepat, misalnya burung unta (Struthio camelus)
  • Burung terestial yang tidak dapat terbang, misalnya kiwi (Apteryx sp.),
  • Burung perenang di Antartika, pinguin (Aptenodytes sp.), dan
  • Kelompok burung penyanyi, misalnya burung gelatik (Padda oryzivora), serta kelompok-kelompok yang lain. Perhatikan Gambar 2.
Pinguin emperor
Gambar 2. Pinguin emperor (Aptenodytes forsteri) (Wikimedia Commons)
Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Struktur Jaringan Tubuh serangga

Struktur Jaringan Tubuh dan Peranan Insekta- Insekta atau serangga mempunyai spesies yang paling banyak jumlahnya di antara semua hewan. Hewan ini dapat hidup di dalam tanah, di darat, di udara, di air tawar atau sebagai parasit pada tubuh makhluk hidup lain. Akan tetapi, hewan ini jarang yang hidup di laut. Insekta sering juga disebut heksapoda yang berarti mempunyai 6 kaki (3 pasang).

Ciri-ciri Insekta

Tubuh insekta dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, dada, dan perut. Pada kepala terdapat satu pasang antena. Dada terdiri atas tiga ruas, dan pada dada ini terdapat tiga pasang kaki yang beruas-ruas. Sayap terdapat pada bagian ini dan pada umumnya ada dua pasang yang terletak di bagian dada ruas kedua dan ruas ketiga. Perut terdiri atas 6 sampai 11 ruas (ruas belakang posterior digunakan sebagai alat reproduksi). Pada beberapa Insekta betina, terdapat alat untuk melepaskan telur serta kantung untuk menyimpan sperma. Pada umumnya ukuran tubuh Insekta relatif kecil berkisar antara 0,2 mm sampai 4 cm. Insekta yang sangat kecil biasanya bersifat parasit dan menghuni bagian tubuh organisme lain. Serangga bernapas dengan sistem pembuluh trakea. Udara dari luar dialirkan melalui pembuluh trakea langsung ke jaringan.
Berdasarkan gambar belalang yang ada pada Gambar 8.22, amati dan cocokkan ciri-ciri serangga yang telah dijelaskan di atas. Insekta dibagi dalam sejumlah ordo, tetapi ordo yang paling banyak terdapat di sekitar kita dan mudah kita lihat, hanya beberapa saja. Ordo-ordo tersebut dapat dibedakan hanya dengan mengamati sayap dan alat mulutnya. Ordo dalam serangga, di antaranya adalah Apterigota (contohnya kutu manusia dan kutu daun), Orthoptera (contohnya belalang daun, kecoak dan jangkrik), Isoptera (contohnya rayap atau laron), Hemiptera (contohnya kepik dan walang rangit), Homoptera (contohnya wereng dan tonggeret), Odonata (contohnya capung), Coleoptera (contohnya kumbang perisai dan kunang-kunang), Lepidoptera (contohnya kupu-kupu dan ngengat), Diptera (contohnya lalat dan nyamuk), dan Hymenoptera (contohnya lebah dan semut rangrang). Contoh macam-macam serangga dari ordo yang disebutkan, dapat dilihat pada Gambar 8.22.
Gambar 8.22 Macam-macam insekta
Gambar 8.22 Macam-macam insekta

Dalam daur hidupnya, serangga mengalami metamorfosis. Artinya, terdapat tingkatan-tingkatan perkembangan yang ditandai dengan perubahan bentuk. Pada dasarnya, ada dua macam metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tak sempurna. Metamorfosis, sempurna antara lain terjadi pada ordo Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, dan Hymenoptera, sedangkan metamorfosis tak sempurna terjadi pada ordo Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Coba amati Gambar 8.23 dan Gambar 8.24 yang memperlihatkan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tak sempurna! Apa perbedaan antara metamorfosis sempurna dan tak sempurna?
Gambar 8.24 Metamorfosis tidak sempurna
Gambar 8.24 Metamorfosis tidak sempurna

Serangga mempunyai spesies paling banyak di antara hewan-hewan lain sehingga banyak hubungannya dengan kepentingan manusia. Serangga dapat berperan merugikan maupun menguntungkan. Salah satu golongan serangga yang merugikan adalah serangga yang menjadi hama tanaman. Serangga ini merugikan karena dapat bersifat sebagai pemakan daun, pengerek batang buah dan biji, pemakan dan pengerek akar, ataupun pengisap cairan tumbuhan.
Banyak serangga pengisap cairan tumbuhan yang disebut kutu daun seperti wereng, kutu loncat, dan kutu putih. Serangga-serangga ini mempunyai peran sebagai vektor/pembawa virus tumbuhan yang sangat merugikan. Selain itu, serangga lain seperti nyamuk dan lalat dapat juga berperan sebagai vektor dari beberapa penyakit pada manusia, misalnya nyamuk Anopheles yang berperan sebagai vektor penyakit malaria, nyamuk Aedes sebagai vektor penyakit demam berdarah, dan lalat Tse tse sebagai vektor penyakit tidur Afrika.
Serangga predator dan serangga parasit juga mempunyai peran yang menguntungkan dalam pemberantasan hama secara biologis. Tiap jenis hama tanaman, mempunyai serangga predator dan serangga parasit tertentu. Satu jenis hama tanaman, mungkin mempunyai 3 macam parasit sesuai dengan tingkat perkembangan hama tersebut, yaitu parasit telur, parasit larva, dan parasit pupa.
Gambar 8.25 Ulat dari kupu-kupu Pieris brassicae yang diserang parasit Apanteles (Pupa Apanteles keluar dari tubuh ulat)Gambar 8.25 Ulat dari kupu-kupu Pieris brassicae yang diserang parasit Apanteles (Pupa Apanteles keluar dari tubuh ulat)
Dengan adanya predator dan parasit, serangga hama populasinya dapat dikendalikan secara alamiah oleh musuh-musuhnya sehingga tidak akan terjadi peledakan jumlah hama serangga tersebut. Akan tetapi, jika ekosistem dari predator, parasit, maupun serangga hama tersebut berubah menjadi tidak seimbang, maka kontrol secara alamiah tidak dapat terjadi sehingga terjadilah peledakan hama. Contoh serangga yang dapat bertindak sebagai parasit, misalnya Apanteles glomeratus yang memparasiti kupu-kupu Pieris brassicae, sedangkan contoh serangga predator, misalnya Lady Bird atau Coccinella.
Peran menguntungkan lain dari serangga adalah dalam menghasilkan bahan makanan dan industri. Contoh serangga semacam itu, misalnya lebah madu, ulat sutra, kutu daun, dan serangga-serangga lain yang menghasilkan bahan pewarna dan bahan kimia lain yang berguna.

Mengenal Amfibi, Ciri-Ciri, dan Jenis Amfibi Indonesia

Written By Unknown on Thursday, November 6, 2014 | 5:05 AM

Indonesia adalah salah satu pusat populasi Amfibi di dunia. Sayangnya, hanya sedikit orang Indonesia yang mengenal dan menyadari kekayaan amfibi di Indonesia. Tidak jarang kita kurang mengenal dan memahami amfibi yang berada di sekitarnya. Termasuk awam dalam pengertian amfibi, ciri-ciri amfibi, jenis-jenis amfibi di Indonesia, hingga keunikan, manfaat, keterancaman, dan kondisi amfibi Indonesia.
Populasi amfibi di Indonesia adalah yang terbesar di Asia. Jumlah jenis atau spesiesnya mencapai 392 spesies dengan 176 spesies diantaranya adalah amfibi endemik Indonesia. Ini menjadikan Indonesia sebagai urutan kedua negara dengan tingkat endemisme amfibi tertinggi di Asia.

Pengertian dan Ciri-Ciri Amfibi

Amfibi adalah hewan yang secara taksonomi dikelompokkan dalam kelas Amphibia. Secara singkat amfibi atau amfibia bisa diberikan pengertian sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata), berdarah dingin (poikiloterm), dan ‘berkaki empat’ (tetrapoda) yang hidup di dua alam, yaitu di air dan daratan. Kata Amphibia sendiri berasal bahasa Yunani yaitu “amphi” yang berarti rangkap dan “bios” yang berarti kehidupan.
Precil Jawa (Microhyla achatina)
Precil Jawa (Microhyla achatina) Gambar ©2013 Sean Reilly
Umumnya seekor amfibi bertelur dan menempatkan telurnya di dalam air atau di tempat yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Setelah menetas dan menjadi larva (berudu) amfibi hidup di air atau tempat basah dan bernafas dengan menggunakan insang. Setelah beberapa waktu, berudu mengalami metamorfosis (berubah bentuk)  menjadi hewan dewasa yang hidup di daratan (tempat lebih kering) dan bernafas menggunakan paru-paru.
Ciri-ciri Amfibi antara lain :
  • Penutup tubuhnya berupa kulit yang berlendir
  • Hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  • Amfibi mengalami metamorfosis sempurna.
  • Hewan ‘berkaki empat’ (tetrapoda) dengan alat gerak berupa dua pasang kaki. Kaki amfibi memiliki selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya. Kaki ini berfungsi juga untuk melompat dan berenang.
  • Jantung amfibi terdiri atas tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik.
  • Alat pernafasan amfibi setelah dan sebelum bermetamorfosis berbeda. Saat masih larva (kecebong) alat pernapasannya berupa insang. Setelah dewasa bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang berfungsi mencegah air tersedot masuk ke dalam tubuh ketika menyelam.
  • Mata amfibi memiliki selaput tambahan yang disebut membrana niktitans. Selaput ini berguna saat menyelam.
  • Amfibi berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan eksternal, yaitu betina melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya.

Jenis-Jenis Amfibi di Indonesia

Bangkong Sungai (Phrynoidis aspera)
Bangkong Sungai (Phrynoidis aspera) Gambar : ©2014 Dr. Peter Janzen
Amfibi (amphibia) terbagi menjadi tiga ordo yaitu anura (kodok dan katak), caudata (salamander), dan gymnophiona (sesilia).
  • Ordo Anura; Dikenal juga sebagai kodok atau katak. Ordo ini terdiri atas sekitar 55 famili dengan jumlah spesies mencapai 6.455 di seluruh dunia. Indonesia memiliki 351 spesies kodok dan katak yang telah teridentifikasi. Contoh amfibi dari ordo Anura yang hidup di Indonesia antara lain Katak Pelangi (Ansonia latidisca), Katak Bertaring(Limnocetes sp.), Katak Darah (Leptophryne cruentata), Bangkong Sungai (Phrynoidis aspera), Kongkang Jeram (Huia masonii), Kodok Pohon Kaki Putik (Philautus pallidipes), Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora), Bancet Hijau (Occidozyga lima), Precil Jawa (Microhyla achatina), dan Kodok Pohon Jawa (Rhacophorus javanus).
  • Ordo Caudata; Dikenal juga sebagai salamander. Ordo ini terdiri atas 10 famili dengan total spesies mencapai 671 jenis. Ordo ini tidak terdapat di Indonesia. Contoh hewan amfibi dari ordo Caudata antara lain Salamander Raksasa Cina (Andrias davidianus) yang hidup di China, Salamander punggung merah (Plethodon cinereus) di Amerika Utara, dan Asiatic Salamanders (Hynobius kimurae).
  • Ordo Gymnophiona; Dikenal juga sebagai Sesilia. Ordo ini erdiri atas 10 famili dengan total spesies mencapai 200 jenis. Amfibi anggota ordo Gymnophiona yang hidup di Indonesia (pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan) adalah dari genus Ichthyophissp. Beberapa jenis yang hidup di Indonesia antara lain : Indonesia Caecilian (Ichthyophis bernisi), Billiton Island Caecilian (I. billitonensis), Elongated Caecilian (I. elongatus), Javan Caecilian (I. hypocyaneus), Java Caecilian (I. javanicus), Black Caecilian (I. monochrous), Kapahiang Caecilian (I. paucidentulus), Yellow-banded Caecilian (I. paucisulcus), dan Sumatra Caecilian (I. sumatranus).
Dari kesemua jenis amfibi tersebut, yang banyak dikenal di Indonesia adalah anggota ordo Anura. Sedangkan amfibi dari ordo Gymnophiona, masih kurang diketahui dan jarang diteliti. Terkadang sesilia di Indonesia (terutama di Jawa) disebut sebagai “ulo duwel”.

Amfibi Langka Indonesia

Rhacophorus angulirostris (Masked Tree Frog)
Rhacophorus angulirostris (Masked Tree Frog) Gambar ©2009 Andreas & Christel N�llert
Dari kesemua anggota jenis amfibi di Indonesia, IUCN memasukan hingga 364 spesies dalam daftar merah (Redlist). Tiga spesies diantaranya terdaftar sebagai “Critically Endangered” (Kritis), 9 spesies “Endangered” (Terancam), 20 spesies “Vulnerable” (Rentan), 41 spesies “Near Threatened” (Hampir Terancam), 129 spesies “Data Deficient” (Data Kurang), serta 162 sebagai “Least Concern” (Berisiko Rendah).
Spesies-spesies yang terancam punah tersebut adalah :
  • Duttaphrynus sumatranus (Sumatra Toad); Critically Endangered
  • Leptophryne cruentata (Kodok Merah); Critically Endangered
  • Philautus jacobsoni (Kodok Pohon Ungaran); Critically Endangered
  • Ansonia latidisca (Katak Pelangi); Endangered
  • Barbourula kalimantanensis (Katak Kepala Pipih Kalimantan); Endangered
  • Callulops kopsteini (Kopstein’s callulops frog); Endangered
  • Ingerophrynus claviger; Endangered
  • Limnonectes arathooni; Endangered
  • Limnonectes microtympanum; Endangered
  • Oreophryne monticola; Endangered
  • Philautus similis; Endangered
  • Rhacophorus angulirostris (Masked Tree Frog); Endangered
Meskipun hanya memiliki dua ordo dari tiga ordo amfibi yang ada di dunia, Indonesia merupakan salah satu pusat amfibi di dunia. Keanekaragaman spesies, populasi, hingga endemisme amfibi Indonesia tidak perlu diragukan. Sayangnya dua masalah klasik selalu menghantui yaitu tingginya tingkat keterancaman akan kepunahan dan rendahnya perhatian terhadap dunia amfibi di Indonesia. Dengan mengenal pengertian amfibi, ciri-ciri amfibi, jenis dan contoh amfibi di Indonesia, serta kondisi dan ancaman terhadap kelestariannya semoga menjadi modal awal untuk menunjukkan kepedulian kita.

7 Manfaat wortel untuk rambut dan kulit

Written By Unknown on Wednesday, September 17, 2014 | 6:44 PM

 Suka makan wortel? Selain baik untuk mata, wortel juga memiliki banyak manfaat bagi kulit dan rambut. Mau tahu apa saja manfaat dari wortel? Yuk simak ulasan menarik dari Mag For Women berikut ini!

1. Membuat kulit bersinar

Wortel sangat kaya akan antioksidan dan vitamin A. Senyawa ini dapat membantu membuat kulit tampak lebih bersinar. Minum segelas jus wortel segar setiap hari untuk menghilangkan racun dari tubuh dan membuat kulit tampak lebih muda.

2. Mencegah penuaan kulit

Selain kaya akan antioksidan, wortel juga memiliki nutrisi lain yang dapat mencegah penuaan kulit. Minum jus wortel setiap hari akan membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan pada kulit. Minuman sehat ini juga akan membantu meningkatkan produksi kolagen pada kulit dan menjaga kulit tetap kencang.

3. Mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari

Jus wortel telah lama dikenal kaya akan beta karoten, yang akan diubah menjadi vitamin A bila diserap tubuh. Senyawa ini membantu memberikan perlindungan terhadap sinar UV yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Selain itu, jus wortel kaya juga kaya akan antioksidan, yang mampu bertindak sebagai tabir surya alami.

4. Mencegah jerawat

Ayo, siapa yang sering bermasalah dengan jerawat? Jus wortel memiliki banyak khasiat, termasuk membantu mencegah timbulnya jerawat dan menyembuhkan bekas jerawat. Vitamin A dalam wortel mampu mempertahankan tingkat Ph normal kulit.

5. Mengurangi rambut rontok

Wortel sangat kaya akan vitamin A dan beta karoten, yang dapat membantu mempromosikan pertumbuhan rambut yang sehat. Wortel memiliki kandungan vitamin yang dapat membantu membuat rambut menjadi lebih sehat. Ini dapat meningkatkan sirkulasi darah di sekitar kulit kepala, yang pada nantinya dapat membantu mengurangi masalah rambut rontok.

6. Mendorong pertumbuhan rambut yang sehat

Wortel membantu merangsang pertumbuhan rambut normal dan membuat rambut Anda menjadi lebih tebal. Karena wortel mengandung vitamin A dan vitamin E, makanan sehat ini dapat membantu meningkatkan pertumbuhan folikel rambut. Jus wortel juga mengandung vitamin yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan mencegah rambut rontok.

7. Membuat rambut berkilau

Mengonsumsi wortel dapat membuat rambut tampak bersinar alami. Wortel kaya akan vitamin A dan vitamin C yang dapat membantu memulihkan kelembapan yang hilang dari rambut, sehingga membuat tekstur rambut menjadi lebih lembut.

Inilah tujuh manfaat wortel untuk rambut dan kulit. Selamat mencoba, ladies!

Kandungan dan Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan

Khasiat Buah Pepaya
Pepaya mempunyai nama latin Carica papaya dan termasuk dalam famili Caricaceae. Pohon pepaya ini berasal dari daerah Meksiko dan biasa di tanam di pekarangan rumah atau kebun. Buah pepaya yang sudah matang berwarna orange atau merah muda. Rasanya manis dan mengandung banyak air.

Meski buah pepaya termasuk buah yang murah dan mudah didapat, namun jangan pernah memandang remeh soal khasiatnya. Sejak dulu, buah pepaya dipercaya memberikan banyak manfaat bagi manusia. Baik untuk kesehatan maupun kecantikan.


Kandungan Nutrisi Buah Pepaya

Namun, sebelumnya anda harus tahu lebih dulu apa saja nutrisi yang terkandung dalam buah pepaya ini:
Vitamin A (1.750 IU)
Vitamin B ( 0.03 mg)
Riboflavin (0.04 mg)
Niacin (0.3 mg)
Vitamin C (56 mg)
Kalsium (20 mg)
Zat Besi (0.3 mg)
Fosfor (16 mg)
Kalium (470 mg)
Lemak (0.1 gr)
Karbohidrat (10 gr)
Protein (0.6 gr)
Kalori (39)

Manfaat dan Khasiat Buah Pepaya

Berkat kandungan nutrisi di dalamnya, buah pepaya menjadi buah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini beberapa khsiat kesehatan dari buh pepaya untuk tubuh manusia.

Mengatasi Gangguan Pencernaan
Buah pepaya mengandung enzim papain dan serat yang dapat membantu mengatasi masalah lambung dan gangguan pencernaan seperti susah buang air besar dan efektif untuk mencegah wasir. Penelitian juga membuktikan bahwa kandungan papain dalam buah pepaya dapat membunuh parasit yang mengganggu aktivitas pencernaan dalam usus.

Mencegah Flu
Kandungan vitamin C pada buah pepaya dapat memperbaiki sistem imunitas tubuh dan mencegah serangan penyakit seperti batuk, pilek, hingga kanker

Menjaga Kesehatan Ginjal
Selain buahnya, biji pepaya juga mengandung nutrisi penting untuk kesehatan. Biji pepaya mengandung flavonoid dan phenotic, sebuah zat aktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal.

Mencegah Serangan jantung dan Stroke
Kandungan antioksidan yang tinggi pada buah pepaya dapat mencegah oksidasi kolesterol dan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Mempertajam Penglihatan
Jika Anda memiliki masalah kesehatan mata, sebaiknya rajin-rajinlah mengonsumsi buah pepaya. Buah ini mengandung betakaroten yang dapat dikonversi menjadi vitamin A untuk menjaga kesehatan mata Anda.

Mencegah penuaan dini
Kandungan antioksidan di dalam pepaya bermanfaat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai masalah di kulit, misalnya seperti flek, keriput, dan sebagainya.

Kesehatan Kulit
Kandungan vitamin A, C dan E sendiri baik untuk kesehatan kulit. Selain membantu melembabkan, vitamin tersebut juga dapat membantu mengembalikan kulit kusam menjadi cerah dan lebih segar.

Vitalitas Pria
Kandungan enzim arginine di dalam pepaya, efektif mendongkrak aliran darah di area mr P. Arginine mendorong asam nitrat tubuh untuk merilekskan otot-otot di sekitar pembuluh darah, sehingga mr P membesar dan aliran darah di area tersebut lebih lancar.

Antiradang
Kandungan papain dan chymopapain yang bisa meredakan peradangan dan mempercepat penyembuhan luka bakar. Manfaat inilah yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan berbagai luka di kulit, psoriasis dan berbagai penyakit kulit lainnya.

Kesehatan Pencernaan
Tidak hanya memperlancar buang air besar, pepaya dapat membantu membersihkan usus Anda dari racun-racun yang tak sengaja diserap tubuh. Adalah kandungan serat dan antioksidannya, yang dapat mengangkat dan membersihkan bagian usus dan membawanya melalui saluran pembuangan.

Nah, itulah beberapa manfaat dari buan pepaya. Baca juga artikel menarik lainnya: Manfaat Daun Pepaya untuk kesehatan dan pengobatan trdisional.

silahkan dilike

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KLIK ILMU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger