KLIK ILMU: pertanian
Headlines News :
Lazada Indonesia

alam dan lingkungan

Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

yuk mengenal sistem hidroponik

Written By Unknown on Monday, December 15, 2014 | 11:11 PM

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas Pengertian dan Sejarah Singkat Hidroponik, kali ini kita akan membahas macam-macam sistem Hidroponik yang sering dipakai.
Berdasarkan teknisnya, Hidroponik dibagi menjadi beberapa teknik:

AEROPONIK


Aeroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman hidroponik. Cara ini belum sefamiliar cara-cara hidroponik lainnya (seperti cara tetes, NFT – Nutrient Film Technique). Kalau dilihat dari kata-kata penyusunnya, yaitu terdiri dari Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonik artinya cara budidaya, arti secara harafiah cara bercocok tanam di udara, atau bercocok tanam dengan system pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara tanpa media (misalkan tanah), dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya. Sejarah ditemukannya cara ini berawal dari penemuan cara hidroponik. Selanjutnya dikembangkanlah system aeroponik pertama kali oleh Dr. Franco Massantini di University of Pia, Italia. Di Indonesia, perintis aeroponik secara komersial adalah Amazing Farm pada tahun 1998 di Lembang (Bandung).

FERTIGASI

Sistem Fertigasi ialah salah satu dari metode hidroponik. Fertigasi adalah teknik aplikasi unsur hara melalui sistem irigasi. Sesuai dengan pengertian fertigasi sendiri yang merupakan singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi.  Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk pemupukan dapat dikurangi, karena pupuk diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain adalah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi kontinyu; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat ‘leaching’ atau pencucian dan denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE)

Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.

WICK

Cara yang paling sederhana berhidroponik adalah menggunakan sistem sumbu atau Wick System, teknik ini memanfaatkan gaya kapilaritas pada sumbu untuk mengantarkan air dan nutrisi ke akar tanaman, sehingga akar dapat menyerap unsur-unsur hara yang disediakan.


 source: diambil dari beberapa sumber.

PENGERTIAN DAN SEJARAH SINGKAT HIDROPONIK

PENGERTIAN HIDROPONIK


Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum, istilah ini dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”. Di sini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih.
Dahulu, peneliti yang bekerja di laboratorium fisiologi tumbuhan sering bermain-main dengan air sebagai media tanam dengan tujuan uji coba bercocok tanam tanpa tanah. Sebagian orang menganggap metode itu sebagai aquakultur (bercocok tanam di dalam air). Uji coba tersebut ternyata berhasil dan patut diberi acungan jempol sehingga banyak ahli agronomi yang terus mengembangkan cara tersebut.
Pada perkembangan selanjutnya, media air diganti dengan media yang lebih praktis, efisien dan lebih produktif. Cara kedua ini lebih mendapat sambutan dibandingkan cara yang hanya menggunakan media air. Oleh karenanya, pada perkembangan selanjutnya, teknik itu disebut hidroponik. Hidroponik ini kemudian dikembangkan secara komersial.

SEJARAH HIDROPONIK

Menurut literatur, bertanam secara hidroponik telah dimulai ribuan tahun yang lalu. Diceritakan, ada taman gantung di Babilon dan taman terapung di Cina yang bisa disebut sebagai contoh Hidroponik. Lebih lanjut diceritakanpula, di Mesir, India dan Cina, manusia purba sudah kerap menggunakan larutan pupuk organik untuk memupuk semangka, mentimun dan sayuran lainnya dalam bedengan pasir di tepi sungai. Cara bertanam seperti ini kemudian disebut river bed cuultivation.
Ketika ahli patologis tanaman menggunakan nutrien khusus untuk media tanam muncullah istilah nutri culture. Setelah itu, bermunculan istilah water culturesolution culture dan gravel bed culture untuk menyebutkan hasil percobaan mereka yang menanam sesuatu tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan untuk hasil dari Dr. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California, USA, berupa tanaman tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya.
Sejak itu, hidroponik yang berarti hydros adalah air dan ponics untuk menyebut pengerjaan atau bercocok tanam, dinobatkan untuk menyebut segala aktivitas bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya. Gericke ini menjadi sensasi saat itu, foto dan riwayat kerjanya menjadi headline surat kabar, bahkan ia sempat dinobatkan menjadi orang berjasa abad 20. Sejak itu, hidroponik tidak lagi sebatas skala laboratorium, tetapi dengan teknik yang sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja termasuk ibu rumah tangga. Jepang yang kalah dari sekutu dan tanahnya tandus akibat bom atom, pada tahun 1950 secara gencar menerapkan hidroponik. Kemudian negara lain seperti irak, Bahrain dan negara-negara penghasil minyak yang tanahnya berupa gurun pasir dan tandus pun ikut menerapkan hidroponik.
Demikian Pengertian dan Sejarah Singkat Hidroponik. Selamat ber-hidroponik!
Sumber: Buku Hidroponik: bercocok tanam tanpa tanah by Pinus Lingga (1984)

CARA MENYEMAI BENIH HIDROPONIK

Untuk tanaman Hidroponik, penyemaian bisa dilakukan langsung di Net Pot yang sudah dipasang di sistem hidroponik. Namun akan lebih baik jika disemai di tempat yang berbeda dengan tujuan agar nanti yang ditanam adalah benih yang berkualitas. Berikut ini adalah cara menyemai benih hidroponik dan sebagai contohnya kita akan menyemai benih kangkung.
1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • Rockwool
  • Gergaji / pisau untuk memotong rockwool
  • Benih (benih kangkung)
  • Tusuk gigi / alat untuk memasukan benih ke dalam rockwool
  • Air sumur / sungai untuk merendam rockwool

2. Potong rockwool sesuai dengan arah seratnya

3. Rendam rockwool ke dalam air sumur / sungai hingga rockwool terendam seluruhnya, lalu tiriskan.

4. Siapkan lubang tanam menggunakan tusuk gigi (untuk kangkung tiap rockwool terdapat 5 lubang, untuk sawi cukup 1 saja)

5. Isi lubang dengan benih masing-masing 1 buah benih

6. Masukkan benih hingga tenggelam ke dalam rockwool

7.  Rockwool yang telah terisi benih siap untuk ditempatkan di tempat pembenihan (cukup sinar).
Demikian cara Menyemai Benih Hidroponik, untuk selanjutnya kita tinggal menunggu sampai berdaun dan ditempatkan di Sistem Hidroponik kita.
sumber : hidroponikjogja.com

MEDIA TANAM HIDROPONIK


Pada dasarnya fungsi media tanam hidroponik adalah untuk menunjang penyerapan nutrisi oleh tanaman serta untuk memperkuat perakaran tanaman tersebut.

1. ARANG SEKAM

Arang sekam padi biasa digunakan sebagai pupuk dan bahan baku briket arang. Sekam yang digunakan bisa diperoleh ditempat penggilingan padi. Selain digunakan untuk arang, sekam padi juga sering dijadikan bekatul untuk pekan ternak. Arang sekam juga bisa digunakan sebagai campuran pupuk dan media tanam di persemaian. Hal ini karena sekam padi memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan air sebagai cadangan makanan.

2. ROCKWOOL

rockwool
Merupakan bahan non-organik yang terbuat dari campuran batuan basalt dan pasir yang berbentuk serat. Awal mulanya, bahan ini digunakan sebagai pelengkap konstruksi pabrik, industri, kantor dan sebagainya. Pertama kali Rockwool diciptakan pada abad 1800-an dan dikenal dengan nama isolasi mineral wool bahkan isolasi batu wool.

3. COCOPEAT

Cocopeat blok (serbuk sabut kelapa) yang merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pengolahannya cukup sederhana, namun dapat mengangkat harga cocopeat. Cocopeat blok sering dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat karbon batrai atau juga sebagai media tanam. Penggunaan cocopeat selama ini di dalam negeri banyak digunakan sebagai media tanam pengganti tanah, atau sebagai campuran pembuatan pupuk organik.

4. KERIKIL/PASIR

Kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

5. PECAHAN GENTENG ATAU BATU BATA

Pecahan batu bata juga dapat dijadikan alternatif sebagai media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini juga berfungsi untuk melekatkan akar. Sebaiknya, ukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat kecil, seperti kerikil, dengan ukuran sekitar 2-3 em. Semakin kecil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yang semakin keeil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik
sumber : hidroponikjogja.com

KEUNTUNGAN BERTANAM SECARA HIDROPONIK

Bertanam secara hidroponik dapat berkembang dengan cepat karena cara ini mempunyai banyak kelebihan. Kelebihan yang utama adalah keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin. Selain itu, Keuntungan Bertanam secara Hidroponik lainnya sebagai berikut:
1. Perawatan lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol
2. Pemakaian pupuk lebih hemat (efisien)
3. tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru
4. Tidak membutuhkan banyak tenaga kasar karena metode kerja lebih hemat dan memiliki standarisasi.
5. Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak.
6. Hasil produksi lebih kontinu dan lebih tinggi dibanding dengan penanaman di tanah.
7. Harga jual produk hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik
8. Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan di luar musim
9. Tidak ada resiko kebanjiran, erosi, kekeringan atau ketergantungan pada kondisi alam.
10. Tanaman hidroponik dapat dilakukan pada lahan atau ruang yang terbatas misalnya di atap, dapur atau garasi.
Dari uraian di atas dapat disumpulkan bahwa bercocok tanam tanpa tanah memberi keuntungan yang lebih besar, terutama bagi penduduk perkotaan yang memiliki lahan sempit atau gersang. Cara ini memberi nilai plus dalam menciptakan penghijauan di tempat-tempat uang tidak memungkinkan lagi ditanam pohon dengan media tanah.
SUMBER : hidroponikjogja.com

TUTOR SEDERHANA BERKEBUN DI POLYBAG

Tahap Penyemaian
  1. Waktu penyemaian yang baik adalah jam 3 sampai jam 6 sore
  2. Persiapkan media penyemaian dengan komposisi tanah yang sedikit berpasir, pupuk kompos halus, serta pupuk kandang halus (1 : 1 : 1). Ayak dengan ayakan, pakai hanya bagian yang sudah diayak saja. Pisahkan menjadi 2 bagian, satu bagian untuk diisikan ke dalam Tray / tempat pembenihan, satu bagian lagi untuk menutup benih setelah ditaburkan.
  3. Isi media yang sudah dipersiapkan tersebut ke dalam Tray / tempat penyemaian lainnya, isi jangan sampai penuh, maksimal 3/4 saja dari volumenya. Kemudian siram dengan air tapi jangan sampai terlalu basah.
  4. Rendam benih Sayuran ke dalam air. Lama perendaman tergantung jenis benih Sayuran yang akan ditanam, silahkan diamati.
    • Untuk benih kategori kecil (diameter kurang dari 3 mm) dan berkulit lunak, maka perendaman dilakukan 3 jam Contoh : Tomat, Selada, Bayam, Seledri, Bawang, Wortel, Mint dll.
    • Untuk benih kategori kecil (diameter kurang dari 3 mm) dan berkulit keras, maka perendaman dilakukan 6 jam Contoh : Pak Choy, Chye Sim, Choy Sum, Tatsoi, Pai Tsai, Kailan, Sawi Putih, Kol, Cauliflower, Brokoli, Cabe, Terong, dll.
    • Untuk benih kategori besar (diameter lebih dari 3 mm) dan berkulit lunak, maka perendaman dilakukan 12 jam Contoh : Beet, Lobak, Radish, Pare, Oyong, Zucchini, Pumpkin, Timun, dll.
    • Untuk benih kategori besar (diameter lebih dari 3 mm) dan berkulit keras, maka perendaman dilakukan 24 jam Contoh : Kangkung, Bengkoang, Kapri, Buncis, Kacang Panjang, Jagung, Kecipir, Asparagus, dll.
  5. Kemudian taburkan ke dalam Tray / tempat penyemaian tadi. Taburkan sisa bagian media tanam yang ada sehingga benih terkubur dengan kedalaman 1/2 cm. Lalu siram kembali dengan air sampai basah.
  6. Perendaman disarankan menggunakan air hangat bersuhu tidak lebih dari 50 derajatCelcius. TIDAK DISARANKAN menambahkan hormon perangsang akar atau zat tambahan sejenis ke dalam air, karena beberapa merek yang beredar, terbukti malah membuat benih busuk.
  7. Biji yang tidak tenggelam pada akhir perendaman bukan berarti tidak tumbuh. Semai saja semuanya.
  8. Tutup permukaan Tray / tempat penyemaian dengan plastik, simpan di ruangan yang tidak terkena matahari langsung dan bersuhu kamar antara 22 – 28 derajat Celcius.
  9. Setelah 3 – 4 hari, benih akan mulai berkecambah. Buka plastik penutupnya, lakukan penyiraman kembali tapi jangan sampai terlalu basah. Simpan kembali Tray / tempat pembenihan di ruangan yang tidak terkena matahari langsung, kali ini jangan ditutup dengan plastik lagi.
  10. Setelah benih tumbuh setinggi 2 cm, maka benih harus terkena sinar matahari untuk menghidari Etiolasi (batang tumbuh tinggi memanjang tapi lemah, gampang rebah, daun kuning dan tidak ada tanda-tanda muncul daun baru).
  11. Benih akan tumbuh dan siap dipindahkan ke dalam Net Pot untuk selanjutnya dibesarkan di Instalasi Hidroponik setelah berdaun 4 lembar (2 daun semu dan 2 daun dewasa).
Tahap Penanaman
  1. Untuk pemilihan Polybag disarankan menggunakan ukuran 12 x 35/17.5 x 40 cm (biasanya per 1 Kilogram isi 45 lembar). Dengan ukuran seperti ini, tanaman tidak akan kekurangan makanan dan pertumbuhan akar akan maksimal sehingga pada saat masa pembesaran, tanaman akan melakukannya dengan sempurna.
  2. Pemindahan semaian ke dalam Polybag disarankan dilakukan jam 3 sampai jam 6 sore
  3. Persiapkan media tanam dengan komposisi tanah yang sedikit berpasir, pupuk kompos, serta pupuk kandang (1 : 1 : 1). Campurkan pupuk dasar bersama media tanam. Aduk hingga merata kemudian isikan ke dalam tiap Polybag.
  4. Pindahkan benih Sayuran secara hati-hati ke dalam Polybag. Siram dengan air secukupnya, kemudian taruh di Green House Half Sun (Green House yang atapnya ditutup Paranetsedikit sehingga tidak semua cahaya matahari masuk).
  5. Setelah tanaman berumur 1 minggu di dalam Polybag, tanaman siap dipindahkan keGreen House Full Sun (Green House yang atapnya tanpa penghalang sama sekali). Lakukan penyiraman secukupnya 2 kali sehari.
  6. Waktu penyiraman terbaik untuk pagi hari adalah jam 6 sampai jam 8, sedangkan untuksore hari adalah jam 4 sampai jam 6.
Perawatan Tanaman Dan Pemupukan
  1. Masa panen untuk Sayuran adalah bermacam-macam, kenali dan cari tahu informasi masa panen dari sayuran yang Anda tanam.
  2. Pemupukan dimulai dengan Pupuk Dasar yang dicampurkan dengan media tanam dan kemudian diisikan ke Polybag. Komposisi dan dosis pupuk dasar untuk SETIAP Polybagadalah : 12 gr NPK (15-15-15).
  3. Pemupukan Lanjutan dan seterusnya KHUSUS SAYURAN yang dikonsumsi DAUNNYA,dilakukan dengan jadual sebagai berikut :
    • Pupuk Susulan IDiberikan : Usia tanaman Seperempat umur panen dari jenis Sayuran Anda. Takaran : gunakan 6 gr NPK (25-7-7) , pemberian dengan cara ditaburkan ke media tanam.
    • Pupuk Susulan IIDiberikan : Usia tanaman Setengah umur panen dari jenis Sayuran Anda. Takaran : gunakan 7 gr NPK (25-7-7), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
    •  Pupuk Susulan IIIDiberikan : Usia tanaman Tigaperempat umur panen dari jenis Sayuran Anda. Takaran : gunakan 8 gr NPK (25-7-7), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
    • Pupuk Susulan AkhirDiberikan : 5 hari sebelum panen dari jenis Sayuran Anda. Takaran : gunakan 9 gr NPK (25-7-7), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
  1. Pemupukan Lanjutan dan seterusnya KHUSUS SAYURAN yang dikonsumsi UMBINYA, BATANGNYA atau BUAHNYA, dilakukan dengan jadual sebagai berikut :
    • Pupuk Susulan I 
      Diberikan : Usia tanaman Seperempat umur panen dari jenis Sayuran Anda.Takaran : gunakan 6 gr NPK (25-7-7), pemberian dengan cara ditaburkan ke media tanam.
    • Pupuk Susulan II 
      Diberikan : Usia tanaman Setengah umur panen dari jenis Sayuran Anda. Takaran : gunakan 7 gr NPK (16-16-16), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
    • Pupuk Susulan III 
      Diberikan : Usia tanaman Tigaperempat umur panen dari jenis Sayuran Anda.Takaran : gunakan 8 gr NPK (15-10-20), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
    • Pupuk Akhir Diberikan : 5 hari sebelum panen dari jenis Sayuran Anda.Takaran : gunakan 9 gr NPK (15-10-20), pemberian dengan cara ditaburkan di media tanam.
  1. Pemupukan Lanjutan dan seterusnya KHUSUS TOMAT dilakukan dengan jadual sebagai berikut :
    • 12 hari setelah tanam di Polybag : 6 gr NPK (25-7-7), pemberian dengan caraditaburkan ke media tanam.
    • 24 hari setelah tanam di Polybag : 7 gr KNO3 Merah, pemberian dengan caraditaburkan di media tanam.
    • 36 hari setelah tanam di Polybag : 7 gr Calcinit, pemberian dengan cara ditaburkanke media tanam.
    • 48 hari setelah tanam di Polybag : 8 gr NPK (16-16-16), pemberian dengan caraditaburkan ke media tanam.
    • 60 hari setelah tanam di Polybag : 8 gr Calcinit, pemberian dengan cara ditaburkanke media tanam.
    • 72 hari setelah tanam di Polybag : 9 gr KNO3 Putih, pemberian dengan caraditaburkan ke media tanam, ditambah pupuk daun berupa GROWMORE Calcium, yang dilarutkan dalam air lalu disemprotkan ke BAGIAN BAWAH DAUN.
    • 84 hari setelah tanam di Polybag : 9 gr NPK (15-10-20), pemberian dengan cara ditaburkan ke media tanam, ditambah pupuk daun berupa GROWMORE Calcium, yangdilarutkan dalam air kemudian disemprotkan ke BAGIAN BAWAH DAUN.
    • Catatan : Untuk pemupukan dengan cara ditabur, gali lubang sedalam 3 cm denganjarak 5 cm dari batang tanaman, kemudian masukkan campuran pupuk di sana. Tutup kembali lubang dengan tanah, lalu siram air secukupnya.
Perawatan Tanaman KHUSUS TOMAT
  1. Masa panen untuk Tomat adalah 90-100 hari setelah tanam di Polybag.
  2. Umur maksimal tanaman Tomat sebelum kering dan mati sendiri adalah 120 hari kecualiItalian Tree yang bisa mencapai 300 hari baru mati.
  3. Kecuali Tomat jenis SEMAK (Bush Cherry, Minibell Cherry, Garden Pearl) tanaman Tomat memerlukan pemotongan tunas yang tumbuh di ketiak daun (Sucker) secara berkala supaya tidak bercabang (Pruning).
  4. Prunning sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali sesudah tunas di ketiak daun mulai terlihat tumbuh.
  5. Kecuali Tomat jenis SEMAK, disarankan untuk tidak membiarkan tanaman Tomatbercabang. Pelihara satu batang lurus ke atas, topang dengan bambu kecil atau tali majun supaya tanaman tidak rebah.
  6. Kecuali Tomat jenis SEMAK, pemilihan dan sortir bunga yang akan dibesarkan menjadi buah WAJIB dilakukan.
  7. Untuk Tomat Besar (Amana Orange, Marglobe, Big Raibow, Black Prince, Costoluto, Hillbily, Oxheart, dll), dari paling bawah hingga ujung tanaman disarankan hanya memelihara 4 tandan buah saja maksimal. Pemeliharaan lebih dari 4 tandanmenyebabkan pembesaran buah TIDAK MAKSIMAL.
  8. Apabila tanaman sudah mengeluarkan 4 tandan bunga, harus dilakukan TUTUP PUCUKdengan cara memotong tunas batang baru pada pucuk tanaman, sehingga hal ini akanmenghentikan tanaman untuk terus tumbuh ke atas. Setiap tandan disarankan hanya membesarkan sampai 6 tangkai buah saja, karena pembesaran lebih dari 6 tangkai buahmenyebabkan buah TIDAK MEMBESAR SEMPURNA.
  9. Untuk Tomat Sweety Cherry, Large Red Cherry, Gardeners Delight, Red Pear, Yellow Pear, Black Roman, dan Riesentraube, dari paling bawah hingga ujung tanaman disarankan hanya memelihara 5 tandan buah maksimal.
  10. Pemeliharaan lebih dari 5 tandan menyebabkan perkembangan buah TIDAK MAKSIMAL. Apabila tanaman sudah mengeluarkan 5 tandan bunga, harus dilakukan TUTUP PUCUKdengan cara memotong tunas batang baru pada ujung tanaman, sehingga hal ini akan menghentikan tanaman untuk terus tumbuh ke atas. Setiap tandan disarankan hanya membesarkan sampai 14 tangkai buah saja, karena pembesaran lebih dari 14 tangkai buah menyebabkan buah TIDAK TUMBUH SEMPURNA.
Motivasi Sederhana Bertani Di Rumah
  1. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang tanaman yang akan Anda tanam sehingga Anda memiliki persiapan dan bayangan akan jadi seperti apa tanaman tersebut.
  2. Jangan menaruh harapan terlalu tinggi akan hasil tanaman, kenikmatan menanam di rumah adalah pada saat proses pertumbuhan tanaman terjadi, karena dari sanalah ada proses belajar yang akan memperkaya Anda untuk kesuksesan penanaman selanjutnya.
  3. Jika ada masalah pada tanaman Anda, entah berupa hama, penyakit, atau gangguan lainnya,SEGERA LAKUKAN SESUATU. Meskipun apa yang Anda lakukan belum tentu 100% benar, tapi melakukan sesuatu selalu lebih baik daripada diam dan melihat tanaman Anda mati.
  4. Tanaman seperti halnya hewan memiliki semacam insting dimana dia peka terhadap perhatian dan kasih sayang orang yang memeliharanya. Berikan perhatian Anda padanya dan jangan terlantarkan, maka sebagai balasan dia akan memberikan hasil terbaiknya bagi Anda.
sumber : hidroponikjogja.com

silahkan dilike

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KLIK ILMU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger