KLIK ILMU: alam dan lingkungan
Headlines News :
Lazada Indonesia

alam dan lingkungan

Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label alam dan lingkungan. Show all posts
Showing posts with label alam dan lingkungan. Show all posts

jenis awan dan pembentukannya

Written By Unknown on Wednesday, February 18, 2015 | 4:29 AM

Tahukah anda bagaimana awan terbentuk dan mengapa bentuk awan berbeda?


sumber gambar: ck-12.org

Yuk, Kita cari tahu!

Awan sangat erat hubungannya dengan kelembapan. Kelembapan adalah jumlah uap air yang  ada di udara di daerah tertentu.
Awan merupakan massa yang terdiri dari tetesan air atau kristal yang berada di atmosfer. Maka dari itu, uap air yang tidak terlihat berubah menjadi awan. Uap air mengembun di sekitar inti seperti debu, asap, atau kristal garam. Selanjutnya menjadi tetesan cairan kecil yang kemudian bersama-sama membentuk awan.

Pembentukan Awan


Video Pembentukan Awan:



Udara selalu mengandung uap air. Menjadi tetesan air yang kemudian membentuk awan. Awan terbentuk ketika sudah mencapai titik embunnya. Hal tersebut terjadi dengan dua cara:
    • Apabila suhu udara meningkat, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menguap. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
    • Suhu udara tidak berubah, tetapi kelembapan meningkat. Udara makin lama akan menjadi semakin penuh dengan uap air. Hal ini biasa terjadi di lokasi yang hangat atau lembap.

      Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.

      Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

      Jenis Jenis Awan:


      sumber gambar: ck-12.org
      Awan diklasifikasikan dalam beberapa caraKlasifikasi yang paling umum digunakan saat inimembagi menjadi empat kelompok awan yang ditentukan oleh ketinggiannya:

      • Awan Tinggi, terbentuk dari kristal es di mana udara sangat dingin dan dapat menahan uap air sedikit. Seperti awan CirrusCirrostratusdan Cirrocumulus.
      • Awan Tengahtermasuk altocumulus dan awan altostratusdapat terbuat daritetesan airkristal es atau keduanyatergantung pada suhu udaraAwan tebalaltostratus dan luas berwarna abu-abu atau biru-abu-abu. Mereka sering menutupiseluruh langit dan biasanya berarti badai besarmembawa banyak curah hujan, akan datang
      • Awan Rendah hampir semua tetesan airStratusstratocumulusdan nimbostratustermasuk jenis awan rendah. Awan Nimbostratus tebal dan gelapMereka membawa hujan atau salju stabil.
      • Awan vertikalawan dengan awalan "cumulo-," tumbuh secara vertikal, bukanhorizontal dan memiliki basis di ketinggian rendah dan ketinggiannya di dataran tinggi atau menengahAwan tumbuh secara vertikal ketika arus udara kuat naik ke atas. 

        Efek Awan Pada Cuaca

        Awan memiliki andil besar pada cuaca dikeseharian, diantaranya:

        • mencegah radiasi matahari dari mencapai tanah. 
        • menyerap kehangatan yang dipancarkan kembali dari tanah. 
        • sebagai sumber presipitasi. 

          Ketika tidak ada awan, sedikit pinsulasi. Akibatnyahari berawan bisa menjadi sangat panas,dan malam berawan bisa sangat dinginUntuk ituhari berawan cenderung memiliki rentangsuhu yang lebih rendah dibandingkan dengan hari sedikit awan. 


          Sumber:
          ck-12.org
          wikipedia.org

          awan kumulonimbus

          Written By Unknown on Wednesday, January 7, 2015 | 3:56 AM


          gambar dari internet
           
          CUMULONIMBUS atau Kumulonimbus (Cb)- sebagian orang menyebutnya cumulus nimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang (keluarga D2) yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Kumulonimbus berasal dari bahasa Latin, "cumulus" berarti terakumulasi dan "nimbus" berarti hujan. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini menciptakan petir melalui jantung awan. Awan kumulonimbus terbentuk dari awan kumulus (terutama dari kumulus kongestus) dan dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar dengan keunikan tersendiri. hingga ketinggian 60 ribu kaki (18 km lebih), dan terbentuk karena beberapa sebab, namun yang paling umum adalah proses konveksi akibat pemanasan permukaan bumi oleh radiasi matahari dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Cumulonimbus sangat mudah terbentuk di daerah tropis karena proses konveksi di wilayah ini sangat kuat, dan dari awan inilah ‘lahir’ berbagai fenomena cuaca esktrem seperti badai tropis (typhoon/topan), badai petir (thunderstorm), hujan es (hail storm), tornado sampai angin puting beliung yang beberapa waktu lalu terjadi di Bandung. Awan Cb mudah dikenali dari penampilannya yang memang beda dari yang lain, umumnya dengan dasar awan landai, ‘tiang’ awan menjulang dan puncak yang berbentuk seperti landasan atau alas untuk menempa logam.Awan ini sangat berbahaya bagi penerbangan karena beberapa hal. Yang pertama adalah proses vertical draft atau gerakan vertikal udara yang terjadi dalam awan. Gerakan vertikal ini dapat naik (updraft) atau turun (downdraft), dan proses ini sebenarnya lazim terjadi dalam awan. Bumping yang terjadi pada saat pesawat yang kita tumpangi masuk ke dalam awan juga disebabkan oleh vertical draft. Pada awan Cb, proses ini jauh lebih kuat, dan turbulensi yang dihasilkannya dapat menghempaskan pesawat yang terjebak di dalamnya. Faktor lain yang membahayakan adalah partikel es awan Cb yang dapat membekukan bagian-bagian pesawat, termasuk mesin. Dan karena partikel-partikel es ini juga, awan Cb adalah salah satu jenis awan yang paling sering menghasilkan petir yang dapat mengacaukan sistem kelistrikan dan navigasi pesawat. Cumulonimbus atau Cb, adalah salah satu awan vertikal yang dapat tumbuh menjulang hingga ketinggian 60 ribu kaki (18 km lebih), dan terbentuk karena beberapa sebab, namun yang paling umum adalah proses konveksi akibat pemanasan permukaan bumi oleh radiasi matahari dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Cumulonimbus sangat mudah terbentuk di daerah tropis karena proses konveksi di wilayah ini sangat kuat, dan dari awan inilah ‘lahir’ berbagai fenomena cuaca esktrem seperti badai tropis (typhoon/topan), badai petir (thunderstorm), hujan es (hail storm), tornado sampai angin puting beliung yang beberapa waktu lalu terjadi di Bandung. Awan Cb mudah dikenali dari penampilannya yang memang beda dari yang lain, umumnya dengan dasar awan landai, ‘tiang’ awan menjulang dan puncak yang berbentuk seperti landasan atau alas untuk menempa logam. Awan ini sangat berbahaya bagi penerbangan karena beberapa hal. Yang pertama adalah proses vertical draft atau gerakan vertikal udara yang terjadi dalam awan. Gerakan vertikal ini dapat naik (updraft) atau turun (downdraft), dan proses ini sebenarnya lazim terjadi dalam awan. Bumping yang terjadi pada saat pesawat yang kita tumpangi masuk ke dalam awan juga disebabkan oleh vertical draft. Pada awan Cb, proses ini jauh lebih kuat, dan turbulensi yang dihasilkannya dapat menghempaskan pesawat yang terjebak di dalamnya. Faktor lain yang membahayakan adalah partikel es awan Cb yang dapat membekukan bagian-bagian pesawat, termasuk mesin. Dan karena partikel-partikel es ini juga, awan Cb adalah salah satu jenis awan yang paling sering menghasilkan petir yang dapat mengacaukan sistem kelistrikan dan navigasi pesawat. Karena puncak awan Cb dapat mencapai 60 ribu kaki, pilot umumnya akan memilih menghindari awan ini ke arah samping (pesawat jet umumnya terbang pada ketinggian 30-40 ribu kaki, atau sekitar 9 - 12 km)

          10 Danau Terbesar di Indonesia

          Written By Unknown on Friday, December 12, 2014 | 4:13 PM

          10 Danau Terbesar di Indonesia - Definisi “Danau” menurut kamus bahasa Indonesia adalah genangan air yang amat luas dan dikelilingi oleh daratan. Danau memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia, selain sebagai sumber air, danau juga dapat difungsikan menjadi berbagai kegiatan ekonomi seperti Irigasi, Transportasi, Perikanan, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), objek wisata serta pengendalian banjir.
          10 Danau Terbesar di Indonesia

          Danau Terbesar di Indonesia adalah Danau Toba yang berada di Provinsi Sumatera Utara Pulau Sumatera dengan luas permukaannya sekitar 1.130km2. Di dalam Danau Toba terdapat sebuah pulau yang bernama pulau Samosir. Danau Toba juga merupakan Danau Terbesar di Asia Tenggara. Saat ini Danau Toba telah dikembangkan menjadi Objek Wisata yang mampu menarik wisatawan domestic maupun mancanegara. Sedangkan Danau Terdalam di Indonesia adalah Danau Matano yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan dengan kedalaman maksimumnya adalah 590m. Danau Matano juga merupakan Danau Terdalam di Asia Tenggara dan Danau Terdalam kedelapan di Dunia.

          Daftar 10 Danau Terbesar di Indonesia

          Berikut ini adalah Daftar 10 Danau Terbesar di Dunia berdasarkan luas permukaannya beserta kedalaman maksimum danau tersebut.

          1. Danau Toba

          Luas                                     : 1.130 km2
          Kedalaman Maksimum     : 529m
          Jenis Danau                        : Vulkanik
          Provinsi                               : Sumatera Utara
          Pulau                                   : Sumatera

          2. Danau Towuti

          Luas                                     : 561,1 km2
          Kedalaman Maksimum     : 203m
          Jenis Danau                        : Tektonik
          Provinsi                               : Sulawesi Selatan
          Pulau                                   : Sulawesi

          3. Danau Poso

          Luas                                     : 323,2 km2
          Kedalaman Maksimum     : 450m
          Jenis Danau                        : Tektonik
          Provinsi                               : Sulawesi Tengah
          Pulau                                   : Sulawesi

          4. Danau Sentarum

          Luas                                     : 275 km2
          Kedalaman Maksimum     : 8m
          Jenis Danau                        : Floodplain
          Provinsi                               : Kalimantan Barat
          Pulau                                   : Kalimantan

          5. Danau Matano

          Luas                                     : 164,1 km2
          Kedalaman Maksimum     : 590m
          Jenis Danau                        : Tektonik
          Provinsi                               : Sulawesi Selatan
          Pulau                                   : Sulawesi

          6. Danau Jempang

          Luas                                     : 150 km2 (15.000 hektar)
          Kedalaman Maksimum     : 6m
          Jenis Danau                        : Floodplain
          Provinsi                               : Kalimantan Timur
          Pulau                                   : Kalimantan

          7. Danau Paniai

          Luas                                     : 145 km2 (14.500 hektar)
          Kedalaman Maksimum     : 50m
          Jenis Danau                        : Tektonik
          Provinsi                               : Papua
          Pulau                                   : Papua

          8. Danau Rombebai

          Luas                                     : 137,49 km2 (13.749 hektar)
          Jenis Danau                        : Floodplain
          Provinsi                                : Papua
          Pulau                                   : Papua

          9. Danau Tempe

          Luas                                     : 130 km2 (13.000 hektar)
          Kedalaman Maksimum     : 5m
          Jenis Danau                        : Tektonik
          Provinsi                               : Sulawesi Selatan
          Pulau                                   : Sulawesi

          10. Danau Semayang

          Luas                                     : 130 km2 (13.000 hektar)
          Kedalaman Maksimum     : 6m
          Jenis Danau                        : Floodplain
          Provinsi                                : Kalimantan Timur
          Pulau                                   : Kalimantan
          Catatan:
          Pada daftar diatas, terdapat beberapa istilah jenis Danau yang diantaranya adalah Danau Vulkanik, Danau Tektonik dan juga Danau Floodplain. Dibawah ini adalah penjelasan singkat mengenai beberapa jenis danau tersebut.
          • Danau Vulkanik yaitu danau yang terbentuk karena aktivitas vulkanisme atau gunung berapi
          • Danau Tektonik yaitu danau yang terbentuk akibat terjadinya penurunan muka bumi karena pergeseran / patahan.
          • Danau Floodplain adalah danau yang terbentuk akibat sungai-sungai yang banjir dan menutupi dataran yang pada umumnya adalah lumpur dan pasir. Flood Plain dalam bahasa Indonesia biasanya disebut dengan dataran banjir
          sumber : ilmupengetahuanumum.com

          Terjadinya Petir

          terjadinya petir
          IlmuPengetahuan.OrgBagimana proses terjadinya Petir? Petir atau disebut kilat atau juga bisa disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk dalam bahasa Jawa. Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara? Ini terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya.
          proses terjadinya petirUntuk pemahaman yang lebih mudah, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.

          Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pemgbuangan muatan negatif atau disebut elektron. Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati.
          video terjadinya petir
           

          Awal Mula Penamaan Badai

          badai dilihat dari luar angkasa
          Kenapa badai yang menghantam wilayah pantai timur AS, seperti New York, dinamai Badai Sandy? Bagaimana badai-badai tersebut mendapatkan nama? Apakah ada aturannya untuk menamai badai? Contoh saja pada tahun 2005, badai yang melanda wilayah Florida, Mississipi, dan Alabama, Amerika Serikat, bernama badai Katrina, sementara badai yang baru saja menghantam wilayah pantai timur AS, seperti New York, dinamai Badai Sandy.
          Ternyata penamaan badai punya sejarah yang panjang. Menurut Ivan R Tannehill, seorang letnan yang kemudian menjadi ilmuwan cuaca dalam bukunya Hurricane, mengungkapkan bahwa penamaan badai awal mulanya berasal dari tradisi masyarakat sekitar Karibia. Pada awalnya, nama badai dinamai berdasarkan nama santa dalam agama Katolik. Contohnya seperti badai yang melanda Puerto Rico pada tanggal 26 Juli 1825 dinamai badai Santa Ana, sementara itu badai yang melanda di wilayah yang sama pada tahun 1876 dinamai badai San Felipe. Dalam pemberian nama tersebut, antara badai satu dengan badai yang lain bisa saja mempunyai nama yang sama. Contohnya badai yang melanda Puerto Rico pada tahun 1876 dinamai badai San Felipe I, sementara badai yang melanda wilayah yang sama pada tahun 1928 dinamai badai San Felipe II.
          Selanjutnya, terdapat perubahan sistem penamaan pada badai. Setiap wilayah pembentukan badai memiliki sistem penamaan yang berbeda. Di Amerika Serikat, penamaan badai pernah dilakukan berdasarkan titik koordinat tempat badai terbentuk. Namun pada akhirnya sistem tersebut akhirnya juga diubah dikarenakan sulit diingat. Dan juga terdapat banyak potensi kesalahan saat menyebut sebuah badai. Dan pada tahun 1953, penamaan badai di Pasifik mulai didasarkan pada nama-nama perempuan. Sistem ini kemudian diadopsi oleh National Hurricane Center atau yang disingkat NHC yang berlokasi di Amerika Serikat untuk memberi nama badai yang terbentuk di wilayah Atlantik.
          Nama yang digunakan untuk badai berdasarkan urutan sesuai alfabet setiap tahunnya, untuk yang berawalan Q, U, X, Y dan Z tidak digunakan. Sejumlah 21 nama sudah disiapkan untuk setiap tahun. Jika ternyata ada lebih dari 21 badai, penamaan badai selanjutnya didasarkan pada aksara Yunani, seperti Alpha, Beta, dan seterusnya. Sejumlah nama badai untuk wilayah Atlantik sudah disusun NHC untuk jangka waktu 6 tahun kedepan. Jadi, dalam kurun waktu 7 tahun, akan ada nama badai yang digunakan lagi. Dan nama badai tidak akan digunakan lagi, jika badai mengakibatkan dampak bencana yang sangat buruk. Misalnya, nama badai Katrina.
          badai sandyLalu, kenapa badai yang menghantam wilayah pantai timur AS baru-baru ini diberi nama Badai Sandy?
          Untuk tahun 2012, sejumlah nama telah digunakan untuk badai sebelumnya, seperti Alberto, Beryl, dan Chris. Badai Sandy merupakan badai ke-18 yang terjadi di tahun 2012. Nama Sandy yang digunakan sesuai dengan yang telah disusun.
          Badai Sandy pada dasarnya merupakan sebuah fenomena siklon tropis. Fenomena ini terbentuk akibat adanya faktor suhu yang hangat di permukaan laut, kelembaban udara, serta angin akibat rotasi Bumi. Untuk Siklon tropis memiliki istilah sendiri berdasarkan tempat terbentuknya serta kekuatannya. Di Samudera Hindia, siklon tropis disebut sebagai siklon tropis saja. Hurricane merujuk pada siklon tropis yang terbentuk di Atlantik, sementara Taifun di Samudera Pasifik Barat Daya.
          Tidak hanya NHC yang berhak menamai siklon tropis. Tropical Cyclone Warning Center atau yang disingkat TCWC di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga punya hak memberikan nama siklon tropis. TCWC BMKG bertugas menamai siklon tropis yang terbentuk di titik koordinat 0-10 derajat LS dan 90-125 derajat BT. TCWC BMKG sendiri sudah menyusun nama-nama siklon yang diambil dari nama-nama bunga, seperti Flamboyan, Anggrek, dan Cempaka. Ada juga yang menggunakan nama-nama buah untuk nama siklon, seperti Anggur, Belimbing, dan Duku.

          sumber : ilmupengetahuan.org

          Terjadinya Hujan

          proses terjadinya hujan
          IlmuPengetahuan.org – Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting vital bagi kelangsungan dan perkembangan makhluk hidup di Bumi. Terjadinya hujan sangat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Konveksi adalah proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida dari suatu daerah ke daerah lainnya. Air-air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah, dan sebagainya tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan dari panas sinar matahari. Air tersebut kemudian menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain.
          Sesampai di atas, uap-uap mengalami proses pemadatan atau biasa disebut juga kondensasi sehingga terbentuklah awan. Akibat terbawa angin yang bergerak, awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi, proses ini disebut juga proses presipitasi. Karena semakin rendah, mengakibatkan suhu semakin naik maka es/salju akan mencair, namun jika suhunya sangat rendah, maka akan turun tetap menjadi salju.
          Video Proses Terjadinya Hujan
           

          Hujan Buatan

          Hujan buatan merupakan inovasi terbaru yang berguna agar proses jatuhnya hujan semakin banyak dan cepat. Agar hujan buatan bisa terbentuk, maka dibutuhkan awan-awan yang memiliki kadar air yang banyak dan kecepatan angin yang lambat. Apakah hanya itu saja yang dibutuhkan? Tidak hanya itu, masih banyak lagi yang harus dibutuhkan. Hujan buatan ini dibuat dengan cara menyemai awan dengan menggunakan bahan yang bersifat higroskopik sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan di dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Jenis awan Cumulus adalah jenis awan yang sangat bagus untuk digunakan sebagai media membuat hujan buatan. Setelah lokasi pemilihan awan-awan yang masuk dalam kriteria ditemukan, langkah selanjutnya adalah proses penyemaian. Proses ini membutuhkan media pesawat yang berfungsi untuk mengangkut bubuk-bubuk yang sudah disiapkan untuk disebar di awan-awan tersebut.
          proses hujan buatan
          Bubuk khusus tersebut terdiri dari glasiogenik berupa Perak Iodida yang berfungsi untuk membentuk es. Di dalam bubuk tersebut, dicampur pula garam dapur atau Natrium Chlorida dan urea, bahan-bahan tersebut digunakan karena seperti kandungan yang terdapat di awan. Untuk dapat membentuk hujan yang lebat, biasanya dibutuhkan bubuk khusus yang sudah diterangkan di atas sebanyak 3 ton yang disemai menggunakan pesawat terbang ke awan Cumulus selama 30 hari. Proses pembuatan hujan buatan ini juga belum mesti berhasil. Yang terpenting adalah penyebaran bibit hujan harus memperhatikan arah angin, kelembaban dan tekanan udara.

          Manfaat Hujan Buatan

          Hujan buatan bermanfaat untuk membantu daerah yang sedang mengalami kekeringan, pengisian waduk, keperluan air bersih, irigasi, dan sebagainya. Karena hujan buatan ini merupakan teknologi modifikasi cuaca, maka hujan buatan bisa terjadi kapan saja tanpa harus menunggu musim hujan.

          sumber : ilmupengetahuan.org

          Terjadinya Gempa Bumi

          Gempa BumiAkhir-akhir ini banyak terjadi gempa bumi, terutama di Indonesia. Mungkin Anda sering mendengar berita tentang gempa bumi, namun apakah Anda tahu penyebab terjadinya gempa bumi? Dan apakah gempa bumi itu? Gempa bumi adalah suatu guncangan/getaran yang terjadi di permukaan bumi yang diakibatkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Untuk menentukan besar kecilnya gempa digunakan alat pengukur yang disebut Seismometer.
          Jenis gempa bumi dibedakan menjadi 3 yang berdasarkan :
          Berdasarkan Penyebab
          Gempa Bumi Tektonik
          Gempa bumi tektonik disebabkan oleh adanya aktivitas pergerakan dan pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara tiba-tiba. Gempa bumi jenis ini merupakan gempa bumi yang paling banyak menimbulkan kerusakan. Misalnya seperti gempa di Yogyakarta dan gempa di Aceh.
          Gempa Bumi Vulkanik
          Gempa bumi vulkanik terjadi akibat adanya aktivitas lahar/magma yang berada di perut bumi, biasanya terjadi sebelum gunung api meletus. Ketika aktivitasnya semakin tinggi, gunung akan meletus yang disertai dengan terjadinya gempa bumi.
          Berdasarkan Kedalaman
          Gempa Bumi Dalam
          Gempa bumi dalam yaitu gempa bumi yang memiliki hiposentrum berada di lebih 300 Km di bawah permukaan bumi. Hiposentrum atau disebut juga dengan Pusat Gempa adalah titik sumber gempa yang berada di dalam bumi yang merupakan pusat gempa bumi. Titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum disebut episentrum/episenter.
          Gempa Bumi Menengah
          Gempa bumi menengah yaitu gempa bumi yang memiliki hiposentrum berada di 60 Km sampai 300 Km di bawah permukaan bumi.
          Gempa Bumi Dangkal
          Gempa bumi dangkal yaitu gempa bumi yang memiliki hiposentrum berada kurang dari 60 Km.
          Semakin kecil hiposentrum maka akan semakin besar kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi.
          Berdasarkan Gelombang Gempa
          Gelombang Primer
          Gelombang primer atau gelombang longitudinal yaitu gelombang yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan rambat antara 7 sampai 14 Km/detik.
          Gelombang Sekunder
          Gelombang sekunder atau gelombang transversal yaitu gelombang yang merambat sama seperti gelombang primer, namun kecepatan rambatnya sudah berkurang, yaitu 4 sampai 7 Km/detik.

          sumber : ilmupengetahuan.org

          Penyebab Pemanasan Global

          efek rumah kaca
          IlmuPengetahuan.Org – Para ilmuwan telah menghabiskan puluhan tahun untuk mencari tahu apa yang menjadikan penyebab pemanasan global (Global Warming). Mereka telah melihat siklus alam dan peristiwa yang diketahui mempengaruhi iklim. Namun jumlah dan pola pemanasan yang telah diukur tidak dapat dijelaskan oleh faktor-faktor ini saja. Satu-satunya cara untuk menjelaskan pola untuk memasukkan efek gas rumah kaca yang dipancarkan oleh manusia yaitu dengan meneliti apa saja yang menyebabkan efek rumah kaca itu sendiri.
          Untuk membawa semua informasi ini bersama-sama, PBB membentuk sekelompok ilmuwan yang dikenal dengan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). IPCC mengadakan pertemuan setiap beberapa tahun sekali untuk meninjau dan membagikan temuan ilmiah terbaru dan menulis laporan serta merangkum semua yang diketahui tentang pemanasan global. Setiap laporan yang dilaporkan merupakan konsensus atau kesepakatan antara ratusan ilmuwan terkemuka yang tergabung dalam IPCC.
          Salah satu hal yang dipelajari oleh ilmuwan yaitu efek rumah kaca yang bertanggung jawab untuk pemanasan global. Sebagian penyumbang terbesar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil kendaraan bermotor, pabrik dan produksi listrik. Gas yang bertanggung jawab atas sebagian besar untuk pemanasan global yaitu Karbon dioksida (CO2). Penyumbang lainnya yaitu metana yang dilepaskan dari tempat pembuangan sampah dan pertanian (terutama dari kotoran hewan-hewan ternak), Nitrous oksida (N2O) dari pupuk, gas yang digunakan untuk pendinginan dan proses industri, dan hilangnya hutan.
          Dalam rangka untuk menghadapi dampak dari pemanasan global, para ilmuwan cenderung membahas tentang semua gas yang ditimbulkan oleh efek rumah kaca. Sejak tahun 1990, emisi tahunan sudah naik sekitar 6 miliar ton metrik CO2 di seluruh dunia, atau meningkat lebih dari 20 persen.

          sumber : ilmu pengetahuan.org

          Penyebab Terjadinya Guruh

          penyebab terjadinya guruh
          Guruh atau geledek atau orang jawa biasa menyebutnya dengan geluduk adalah sebuah kata yang diperuntukkan untuk menggambarkan gelombang kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.
          Penyebab terjadinya guruh itu sendiri karena tangkapan/sambaran kilat tersebut mengakibatkan udara berubah menjadi gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi (plasma) yang kemudian meledak.
          Fenomena alam ini terjadi pada waktu bersamaan dengan terjadinya petir. Meskipun sebenarnya terjadi secara bersamaan, namun cahaya kilat akan terlihat terlebih dahulu daripada suara guruh. Hal ini disebabkan, karena cahaya lebih cepat merambat daripada suara. Kecepatan cahaya = 186.000 mil/299.338 km/detik, sedangan kecepatan suara = 700 mil/1.126 km/jam (tergantung kelembapan, temperatur serta tekanan udara).
          Video Suara Guruh dan Kilatan Petir
           

          Teori Tentang Terjadinya Guruh

          Teori pertama yang ada dan dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf Yunani. Ia mengemukakan, guruh disebabkan oleh awan yang bertabrakan. Penyebab terjadinya guruh telah menjadi subjek spekulasi dan penelitiaan ilmiah pada abad ketiga Masehi, kemudian muncul berbagai teori-teori lain mengenai terjadinya guruh.
          Namun, sekitar pada abad 20, diperoleh kesepakatan dari berbagai spekulasi ilmu pengetahuan dan pendapat penelitian ilmiah, terjadinya guruh diakibatkan gelombang kejut suara yang terjadi akibat pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat pada waktu dilalui oleh tangkapan kilat.

          silahkan dilike

           
          Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
          Copyright © 2011. KLIK ILMU - All Rights Reserved
          Template Created by Creating Website Published by Mas Template
          Proudly powered by Blogger